Brandan Bumi Hangus, Peristiwa Bersejarah Kota Minyak Pangkalan Brandan

Carimul.com - Jika ditanya kota mana yang pernah dibumi hanguskan maka hampir keseluruhan orang akan langsung menjawab Kota Bandung, dengan perisitiwa Bangung lautan apinya.

Namun faktanya, selain Bandung masih ada peristiwa pembumi hangusan yang tidak kalah luar biasa, yaitu Peristiwa Brandan Bumi Hangus yang tentunya terjadi di Pangkalan Berandan.

Sayangnya peristiwa yang sarat akan sejarah ini hanya diketahui oleh orang-orang yang tinggal di daerah Pangkalan Brandan dan sekitarnya dalam hal ini Kabupaten Langkat dan juga orang-orang yang mungkin memang mengetahui tentang peristiwa Brandan Bumi hangus ini baik karena diceritakan, mempelajari atau mungkin melihatnya di TV karena peringatan Brandan bumi hangus juga sering disiarkan di TV.


Pangkalan Brandan Bumi Hangus


Tidak salah memang jika Pangkalan Brandan yang merupakan kota tempat pertama kalinya Pertamina didirikan di Indonesia ini disebut sebagai kota minyak, karena memang sumur minyak pertama di Indonesia berada tak jauh dari Pangkalan Brandan, yaitu di Telaga said.

Kota Pangkalan Berandan dengan segenap kejayaannya sesungguhnya memang pernah dibumihanguskan.

Sedikit Berbeda dengan Perisitiwa Bandung lautan api dimana hanya gedung-gedung penting serta beberapa hotel saja yang dibakar, Peristiwa Bumi Hangus yang terjadi di Pangkalan Berandan benar-benar menghanguskan kota ini

Sejarah mencatat telah terjadi 3 kali peristiwa Bumi Hangus di Pangkalan Berandan.

Peristiwa Pertama terjadi pada tanggal 9 Maret 1942 yang dilakukan oleh Vernielinkcorps (tentara Belanda) sebelum penyerbuan tentara Jepang, namun karena dilakukan dengan tergesa-gesa, kerusakannya yang terjadipun tidak terlalu parah.

Bumi hangus yang kedua terjadi pada tanggal 13 Agustus 1947 oleh para Pejuang dan Pasukan yang ada di Pangkalan Brandan. Pembakaran ini mengakibatkan seluruh fasilitas serta instalasi industri perminyakan di Pangkalan Berandan termasuk ruko dan rumah penduduk jadi porak-poranda dan hangus terbakar.

Peristiwa Bumi hangus terakhir terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 Saat itu Belanda yabg yang masih penasaranpu melakukan agresi militer kedua di Indonesia.

Dari ketiga peristiwa bumi hangus yang pernah terjadi di Pangkalan Brandan, peristiwa tanggal 13 Agustus lah yang sangat membekas dan selalu diingat oleh mastarakat Pangkalan Brandan.


13 Agustus 1947 Brandan Bumi Hangus


Peristiwa tanggal 13 Agustus 1947 ini dilatarbelakangi karena informasi bahwa Belanda ingin kembali menguasai Kota minyak tersebut.
Lebih baik hangus terbakar, daripada mereka yang menguasai.
Mungkin itulah yang ada dipikiran tentara, rakyat dan para pejuang yang kemudian mulai mengatur strategi untuk membumihanguskan pangkalan berandan.

Pada awalnya terdapat banyak sekali rakyat bahkan petinggi tentara saat itu yang tidak setuju akan tindakan ini, Namun kembali lagi seperti apa yang disebutkan diatas.
Lebih baik hangus terbakar, daripada mereka yang menguasai.
Maka akhirnya sepakatlah untuk membumi hanguskan Pangkalan Brandan ini. Pada awalnya sasaran utama dari Pembumi hangusan Pangkalan berandan ini hanya untuk membakar instalasi serta kilang2 minyak saja, namun pada akhirnya seluruh kota Brandan pun juga di hanguskan, ada beberapa pendapat berbeda mengenai hal ini.


Rakyat Pangkalan Brandan Mengungsi



3 hari sebelum peristiwa bumi hangus terjadi, rakyat Pangkalan Brandan sudah mengungsi dan meninggalkan pangkalan Brandan dan hanya 1 kalangan saja yang tidak ikut mengungsi, yaitu masyarakat tionghoa.

Laksana kota mati, berandan pun ditinggalkan oleh penghuninya, Hanya tinggal para pejuang serta masyarakat Tionghoa yang ada disana.

Sampai saat itu para tentara-tentara belanda masih tidak tau akan niat meledakkan pertambangan minyak tersebut.

Subuh 13 agustus 1947 tentara yang berada di perbatasan memberitahu bahwa belanda sudah dekat, maka dibakarlah jembatan pelawi yang memisahkan pangkalanberandan dengan gebang, menandai perjuangan dimulai.


Melihat kondisi yang semakin tidak menguntungkan, sekitar pulul 03:00 pagi, tangki-tangki minyak yang berisi ratusanribu liter minyak mentah pun diledakan.

Subuh yang masih gelappun menjadi sangat terang, dentuman keras pun terdengar berkali-kali. Tambang minyak berhasil dibumi hanguskan, kemudian sekitar pukul 04:00 ruko, rumah dan bangunan lainya pun ikut dibumihanguskan.

Kota Pangkalan Berandan beserta kawasan industri perminyakan telah berubah wujud manjadi lautan api. Asap hitam pekat pun mengepul di angkasa, bahkan tidak sedikit dari mereka para tentara yang ikut terpanggang bersama api perjuangan tersebut.

Gerak roda perekonomian di Pangkalan Brandan pun menjadi macet total.

Butuh waktu dan usaha yang sangat lama untuk dapat memulihkan kembali kota pangkalan berandan ini menjadi seperti dulu.


Memperingati Berandan Bumi Hangus

Peristiwa Bumi Hangus itulah yang sekarang ini diperingati setiap tanggal 13 Agustus di kota Pangkalan Brandan dengan berbagai acara dan perlombaan seperti Napak Tilas, Pawai  dan taklupa mengundang para veteran dan para pejabat negara.

Acara peringatan ini memang bagus tapi ternyata masih banyak warga Pangkalan Brandan itu sendiri yang tidak tau sejarah dari Peristiwa Brandan Bumi Hangus dan sekedar hanya mengetahui bahwa setiap tanggal 13 Agustus adalah tanggal memperingati peristiwa tersebut.

Maka dari itu sudah sepantasnya bagi kita rakyat Pangkalan Brandan untuk mengetahui sejarah kota kita ini.


Penutup

Itulah tadi Sejarah singkat tentang Brandan bumi hangus, perlu diketahui bahwa apa yang saya tulis ini berdasarkan cerita-cerita yang pernah saya dengar juga beberapa sumber di internet, jadi apabila terdapat ketidaksesuaian jangan sungkan untuk mengkoreksi di komentar. Akhir kata semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua.

1 Response to "Brandan Bumi Hangus, Peristiwa Bersejarah Kota Minyak Pangkalan Brandan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel